-->
  • Jelajahi

    Copyright © SEPUTARINDO | AKTUAL DAN TERPERCAYA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Netizen Sarankan Masjid Ditengah Hutan Di Gowa Cocok Untuk Wisata Religi

    REDAKSI
    Senin, 25 November 2019, 10:20 WIB Last Updated 2020-03-07T03:35:12Z
      Netizen Sarankan Masjid Ditengah Hutan Di Gowa Cocok Untuk Wisata Religi

    NEWSTAR ■ Sejak viral di media sosial adanya masjid yang berada di tengah hutan, atau tepatnya di Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Netizen ramai-ramai mengusulkan agar Masjid tersebut dijadikan sarana wisata religi.

    Harapan besar netizen itu disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Gowa. Terlebih saat ini Gowa memiliki Kapolres yang baru, AKBP Boy Fs Samola yang terkenal dengan ide kreatifnya. Sebelumnya, AKBP Boy Fs Samola juga pernah mempelopori wisata mangrove bhayangkara di Luwu Utara.

    Diketahui, beberapa hari belakangan ini netizen ramai membincangkan masjid tanpa nama yang berada di tengah hutan berkat unggahan salah seorang pengguna Facebook. Masjid itupun langsung ramai dikunjungi oleh orang-orang yang penasaran ingin melihat langsung kemegahan masjid tersebut.

    "Masjid itu sudah lama, kalau tidak salah sekitar lima tahun lalu dibangun," kata Andi Hidayatullah, salah seorang warga yang pernah berkunjung ke sana, Minggu (24/11).

    Andi menyebutkan, masjid tersebut berada di kaki gunung Lompobattang. Perjalanan menuju ke masjid itupun terbilang cukup sulit karena lokasinya yang tersembunyi.

    "Lokasinya memang tersembunyi, harus pakai pemandu yang betul-betul sudah hapal jalan menuju ke sana. Dulu jalannya belum sebagus sekarang seperti yang saya lihat di video yang viral itu," jelasnya.

    Uniknya, masjid megah itu dibangun jauh dari tempat keramaian penduduk. Karena, Masjid yang berlokasi di Dusun Langkoa Desa Bontoloe Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini terletak di tengah hutan kaki Gunung Lompobattang.

    Arsitektur Masjid yang belum diberi nama oleh pemiliknya ini tak kalah modern dari Masjid yang ada di kota madya. Dilengkapi sembilan kubah. Tiga berukuran besar sementara enam lainnya menjulang tinggi tapi berukuran kecil.

    Masjid tanpa nama itu, jika dilihat dari jarak jauh, seperti layaknya sebuah istana di lereng gunung.

    Menurut cerita warga sekitar, Masjid ini dibangun oleh seorang juragan kopi. Masyarakat sekitar biasa menyapanya Puang. Awalnya dibangun untuk tempat ibadah pekerja di kebun kopi dan masyarakat Langkoa.

    “Pekerja kopi dan masyarakat setempat memanfaatkan Masjid itu untuk menunaikan shalat lima waktu. Ada permukiman warga di sekitar Masjid itu, lokasinya memang berjarak sekitar 1 kilometer dari Masjid,” kata Camat Bontolempangan, Muslimin.

    Akan tetapi, pemukiman yang berjarak 1 kilometer dari Masjid itu bukan perumahan warga, akan tetapi rumah yang dibangun oleh Puang untuk para pekerja di kebun kopi miliknya.

    Pekerja kopi dan masyarakat setempat memanfaatkan Masjid itu untuk menunaikan shalat lima waktu.

    “Ada rumah yang dibangun disekitar Masjid termasuk buruh kopinya Puang. Puang itu jarang kesini. Kadang di Makassar atau Jakarta. Sudah banyak lahan kopinya Puang disini. Banyak dibeli dari masyarakat. Puang tidak terdaftar sebagai warga disini,” ungkap Kepala Desa Bontoloe, Baharuddin.

    Untuk pemukiman warga, kata Baharudin, jaraknya sekitar 5 kilometer dari Masjid. Masjid ini juga belum pernah digunakan Shalat Jumat.

    “Sudah delapan tahun. belum dikasi nama sama yang punya karena itu Masjid belum selesai pembangunanya,” kata Sekretaris Desa Bontoloe. Minggu, 24 November 2019.

    Masjid ini viral, pasca Video berdurasi 14 menit, 14 detik itu diposting oleh akun Facebook bernama Luchyana Make Up. Dalam postingannya, nampak mereka melewati jalur bebatuan dan sekitarnya masih dipenuhi pepohonan seperti pohon pinus serta jalur yang sempit dan terjal. (red)


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terkini

    loading...

    WISATA BAHARI

    +